Logo Desa

Desa Wogo

Kabupaten Ngada
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Loading

Desa Wogo

Perayaan

Hari Batik Nasional

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat Datang di Website Resmi

Berita Desa

Komentar Terbaru

Wogo, 22–24 Juni 2026 – Kampung Adat Wogo kembali menyelenggarakan salah satu tradisi warisan leluhur yang sarat akan nilai budaya, yaitu Ka Sao, sebuah upacara syukuran sekaligus peresmian Sao atau rumah adat. Tradisi ini menjadi penanda bahwa seluruh proses pembangunan rumah adat telah selesai dan rumah tersebut secara adat telah siap digunakan oleh keluarga pemiliknya.

Bagi masyarakat Ngada, sebuah Sao bukan hanya bangunan tempat tinggal, tetapi juga simbol identitas, persatuan keluarga, serta keberlanjutan warisan leluhur. Oleh karena itu, setelah proses pembangunan atau Zio Milo Rasi Zi'a selesai, keluarga pemilik Sao menyelenggarakan Ka Sao sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus.

Prosesi Ka Sao berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juni 2026. Selama rangkaian upacara, keluarga besar, kerabat yang masih memiliki hubungan darah, serta masyarakat umum turut hadir untuk menyaksikan sekaligus merayakan momen bersejarah tersebut. Suasana penuh kebersamaan terasa melalui berbagai rangkaian adat, mulai dari ritual, tarian tradisional, hingga makan bersama sebagai simbol persaudaraan dan rasa syukur. Dalam pelaksanaannya juga dilakukan penyembelihan hewan adat (babi dan kerbau) sebagai bagian dari rangkaian syukuran.

Salah satu prosesi yang paling menarik perhatian adalah arak-arakan Ana Koda, yaitu sosok yang dipilih dari kalangan Ata Ga'e atau golongan yang memiliki kedudukan penting dalam keluarga. Pada pelaksanaan Ka Sao kali ini, Ana Koda merupakan seorang anak laki-laki dari garis pewaris Sao. Ia diarak keluar dari dalam rumah adat, kemudian dibawa mengelilingi Kampung Adat Wogo sebelum akhirnya kembali memasuki rumah adat sebagai bagian dari prosesi peresmian.

Ketika Ana Koda kembali memasuki Sao, dilakukan pemasukan perlengkapan terakhir yang disebut Kawa Pere. Bentuknya menyerupai sebuah perahu dan menjadi salah satu elemen penting dalam rumah adat. Kawa Pere berfungsi sebagai singgasana tempat Ana Koda duduk pada puncak prosesi Ka Sao. Kehadirannya melambangkan kesempurnaan rumah adat yang telah resmi diresmikan sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Selama prosesi berlangsung, setiap anggota Sao atau keluarga besar memiliki peran masing-masing. Salah satu tokoh penting adalah Ata Roa Dhea, seorang perempuan yang mengenakan anting emas sebagai simbol kehormatan. Ia bertugas mengikuti arak-arakan sambil menaburkan beras kepada Ana Koda serta para penari yang mengiringi prosesi. Taburan beras tersebut melambangkan doa agar penghuni Sao senantiasa memperoleh kesejahteraan, kemakmuran, keselamatan, dan kehidupan yang penuh berkah.

Lebih dari sekadar seremoni peresmian bangunan, Ka Sao merupakan wujud nyata nilai gotong royong yang masih dijaga oleh masyarakat Wogo. Seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga besar dan masyarakat sekitar. Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa sebuah Sao bukan hanya milik satu keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Kampung Adat Wogo yang dijaga secara kolektif.

Tradisi Ka Sao juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran masyarakat umum dalam setiap rangkaian acara menjadi bukti bahwa budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dipelajari, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui pelaksanaan Ka Sao, masyarakat Kampung Adat Wogo kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya Ngada. Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap hidup sebagai pengingat bahwa rumah adat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol persatuan, penghormatan kepada leluhur, serta identitas budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Wogo.

Beri Komentar

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

contoh

Terdahulu

Bersih Bersih Megalith

Tgl : 08 Agustus 2025 14:45:09
Tempat : Wogo
Koordinator : Miftah

Terdahulu

Pemilihan

Tgl : 04 Agustus 2025 14:46:55
Tempat : Wogo
Koordinator : Miftah
contoh

Terdahulu

Bersih Bersih Megalith

Tgl : 08 Agustus 2025 14:45:09
Tempat : Wogo
Koordinator : Miftah

Terdahulu

Pemilihan

Tgl : 04 Agustus 2025 14:46:55
Tempat : Wogo
Koordinator : Miftah
Pemerintah Desa

Kandida M. TH. Teme Longa

Pj. Kepala Desa

Lidwina F. Uta

Sekretaris Desa

Yohanes Berchmans Dopo

Kaur Tata Usaha dan Umum

Agustina Milo

Kaur Perencanaan

Bernadetha Herlinda Laja

Kaur Keuangan

Agustinus upi

Kepala Seksi Pemerintahan

Flavia uma

Kepala Seksi Pelayanan

Abraham Kodo

Kepala Seksi Kesejahteraan

kristoforus roga

Kepala Dusun 1

Dominikus a. pawe

Kepala Dusun 2

Marselina ytu

Kepala Dusun 3